Monday, May 31, 2010

from jakarta with .........

hari berlalu, hari ini sudah berbeda dgn kemarin. dgn semua kondisinya. mereka berbicara, seolah2 aku harus menikah besok. for you to know, gadis... siapapun yg aku bawa ke sana, percayalah mereka akan menanggapi nya sama, even if she only had one leg. jadi ini bukan karena kamu nya...
tapi bagaimana pun juga, ku berterima kasih atas dukungan mereka terhadap ku, ku tahu ini karena mereka mencintaiku. meskipun aku pikir caranya berlebihan. bagi ku, ini adalah utang ...
YA, dgn semua kejadian ini, mereka jadi berharap banyak, dan pemberian harapan seperti itu jadi hutang bagi ku. apakah aku mampu melunasinya?
IF only they knew, who WE really are ........ (maafkan aku sodara2 ku)

Wednesday, May 26, 2010

A place to hide

Aku dan dia, sedang mencari sebuah tempat persembunyian yg aman. Dari jahatnya dunia di luar sana. Dari kejamnya norma-norma itu memenjarakan kita. Dari keinginan untuk membuat orang yg disayangi tersenyum bahagia.

Tidak lebih dari itu, bukan?

Besok

Besok, 27 Mei 2010, mungkin akan menjadi hari yg bersejarah bagiku, juga mungkin bagi dia. Jika takdir mengijinkan, ini adalah titik krusial dlm hubunganku dgn nya untuk ke jenjang yg lebih tinggi. Ku tahu ini berat baginya, sebagaimana ini juga berat bagiku ketika pertama kali bertemu keluarganya.
Ini adalah tantangan pertama baginya. Mungkin, ini bukan yg terberat nantinya, karena akan ada banyak tantangan lainnya di depan. Dan ini akan harus dia jalani jika memang dia mau mengambil risiko, yg dia pernah katakan, meyakininya 100%.
Ku rasa dia di persimpangan jalan sekarang, berpikir ulang tentang apa yg menjadi pilihannya, sampai saat ini. Ku pikir, dia masih mungkin berubah, sebagaimana aku pun demikian.
Jalan ini masih panjang, teman. Mungkin ada badai, angin, kerikil, halilintar di depan. Jika kau yakin, kau harus mampu melaluinya, bersama ku. Bersama-sama.

Tuesday, May 25, 2010

next


gak bisa tidur semalam, tidur2 jam 4 an pagi. tapi syukurlah spt dapat hidayah, setelah merenung lama dlm gelap, ak bisa memantapkan diri dgn rencana ini. Kuncinya yaitu :
1. Enjoy aja apapun yg terjadi, make it fun
2. semua ini butuh pengorbanan, ya materi, waktu dan moril, tapi itu adalah ongkos yg harus kutanggung. demikian juga dia harus bisa berkorban untuk semua ini, jika dia mau semua berjalan sebagaimana adanya
3. soal "nawaitu" tentu saja tidak ada sesuatu pun yg salah dgn rencana ini. apa yg kita lakukan bukan dalam rangka menipu, tetapi adalah dlm rangka survive untuk diri sendiri, dan menyenangkan keluarga juga. tidak kah itu mulia?
4. anggap pernikahan ini sebagaimana pernikahan pada umumnya, hanya berbeda dalam menjalani hubungan seks.

jika memang ini harus terjadi, biarkan semua ini terjadi ya Tuhan...
hanya ini yg dapat hamba Mu ini lakukan ............