Wednesday, June 16, 2010

2 minggu setelah dari Jkt...

Dia berubah sejak pulang dari Jakarta. Dan, sayangnya, ak tak tau dan tak diberi tahu kenapa. Ini sudah 2 minggu berlalu. Aku pun merasa tak ada sesuatu apapun yg salah yg telah dilakukan.
Pada pertemuan semingggu lalu, ketika ku antar dia ke acara table manner di pizzaria, dia mengatakan tak ada yg salah, dia hny sedang sibuk saja. Benarkah? ak berpegang pada apa yg dikatakannya bahwa tidak ada yg salah, tapi hati kecil ku mengatakan sebaliknya. Ada sesuatu yg salah. Dan, sayangnya, aku tidak tahu dan tidak bisa menebak apapun itu.
Memang ada masalah, katanya, dia sepertinya terpengaruh oleh pacarnya dan teman pacarnya bhw aku menutup2i sesuatu. Bahwa aku bukan pecinta sesama jenis. Ku katakan mana mungkin ku pilih jalan sulit ini jika aku bukan gay... Gak tau apa dia setuju dgn perkataanku (susahnya meyakinkannya bahwa aku gay!).
Jika ku boleh beranalisa, mungkin dia tengah mencari perkara dengan ku. kurasa dia mulai ragu untuk menjalin hubungan lebih jauh dengan ku. Ku coba bolak balik lagi halaman lama ketika abangnya mengatakan dia takut ocha berubah ketika sudah bertemu dengan keluargaku, karena dia belum dewasa katanya, dia bisa terpengaruh oleh suara2 dari luar. Waktu itu, dgn naifnya kukatakan, ak yakin dia telah dewasa. Dan sekarang, baru kusadari bahwa abangnya ada benarnya juga. Ya..akhirnya bisa kutahu bahwa sesungguhnya dia belum sedewasa sebagaimana penilaianku selama ini. At least, dari cara dia membiarkan masalah berlarut2 seperti ini, tanpa memberitahuku apa.
Dalam perjalanan pulang dari pizzaria cafe, juga sudah kukatakan dengan tegas bahwa ak maunya setelah nikah kita tinggal satu rumah, walopun tanpa seks. Dia masih tetap dgn ketetapannya bahwa dia akan tinggal dgn temannya. Kubilang jelas kita memiliki tujuan yang berbeda !
Dari cara pandangnya soal itu pun, ku tahu, dia belum dewasa. Dia orang Timur, dari keluarga tradisional, dan dia sepertinya ingin membangkang, bagaimana dia bisa pny pandangan akan hidup bersama pacarnya yg dia cintai dengan sepenuh hati itu? bagiku, itu sama sekali gak masuk akal.
Bagiku itu sudah finis, hubungan yg dia tawarkan tidaklah sama dgn yg kuimpikan. Keluarga normal yg harmonis. Jadi apa selanjutnya, yg jelas, ak harus mengetahui akar permasalahannya dimana. setelah itu... mungkin berlanjut, atau berhenti sampai disini. Betapa singkatnya hubungan ini ! Sigh...

Monday, May 31, 2010

from jakarta with .........

hari berlalu, hari ini sudah berbeda dgn kemarin. dgn semua kondisinya. mereka berbicara, seolah2 aku harus menikah besok. for you to know, gadis... siapapun yg aku bawa ke sana, percayalah mereka akan menanggapi nya sama, even if she only had one leg. jadi ini bukan karena kamu nya...
tapi bagaimana pun juga, ku berterima kasih atas dukungan mereka terhadap ku, ku tahu ini karena mereka mencintaiku. meskipun aku pikir caranya berlebihan. bagi ku, ini adalah utang ...
YA, dgn semua kejadian ini, mereka jadi berharap banyak, dan pemberian harapan seperti itu jadi hutang bagi ku. apakah aku mampu melunasinya?
IF only they knew, who WE really are ........ (maafkan aku sodara2 ku)

Wednesday, May 26, 2010

A place to hide

Aku dan dia, sedang mencari sebuah tempat persembunyian yg aman. Dari jahatnya dunia di luar sana. Dari kejamnya norma-norma itu memenjarakan kita. Dari keinginan untuk membuat orang yg disayangi tersenyum bahagia.

Tidak lebih dari itu, bukan?

Besok

Besok, 27 Mei 2010, mungkin akan menjadi hari yg bersejarah bagiku, juga mungkin bagi dia. Jika takdir mengijinkan, ini adalah titik krusial dlm hubunganku dgn nya untuk ke jenjang yg lebih tinggi. Ku tahu ini berat baginya, sebagaimana ini juga berat bagiku ketika pertama kali bertemu keluarganya.
Ini adalah tantangan pertama baginya. Mungkin, ini bukan yg terberat nantinya, karena akan ada banyak tantangan lainnya di depan. Dan ini akan harus dia jalani jika memang dia mau mengambil risiko, yg dia pernah katakan, meyakininya 100%.
Ku rasa dia di persimpangan jalan sekarang, berpikir ulang tentang apa yg menjadi pilihannya, sampai saat ini. Ku pikir, dia masih mungkin berubah, sebagaimana aku pun demikian.
Jalan ini masih panjang, teman. Mungkin ada badai, angin, kerikil, halilintar di depan. Jika kau yakin, kau harus mampu melaluinya, bersama ku. Bersama-sama.

Tuesday, May 25, 2010

next


gak bisa tidur semalam, tidur2 jam 4 an pagi. tapi syukurlah spt dapat hidayah, setelah merenung lama dlm gelap, ak bisa memantapkan diri dgn rencana ini. Kuncinya yaitu :
1. Enjoy aja apapun yg terjadi, make it fun
2. semua ini butuh pengorbanan, ya materi, waktu dan moril, tapi itu adalah ongkos yg harus kutanggung. demikian juga dia harus bisa berkorban untuk semua ini, jika dia mau semua berjalan sebagaimana adanya
3. soal "nawaitu" tentu saja tidak ada sesuatu pun yg salah dgn rencana ini. apa yg kita lakukan bukan dalam rangka menipu, tetapi adalah dlm rangka survive untuk diri sendiri, dan menyenangkan keluarga juga. tidak kah itu mulia?
4. anggap pernikahan ini sebagaimana pernikahan pada umumnya, hanya berbeda dalam menjalani hubungan seks.

jika memang ini harus terjadi, biarkan semua ini terjadi ya Tuhan...
hanya ini yg dapat hamba Mu ini lakukan ............