Dia berubah sejak pulang dari Jakarta. Dan, sayangnya, ak tak tau dan tak diberi tahu kenapa. Ini sudah 2 minggu berlalu. Aku pun merasa tak ada sesuatu apapun yg salah yg telah dilakukan.
Pada pertemuan semingggu lalu, ketika ku antar dia ke acara table manner di pizzaria, dia mengatakan tak ada yg salah, dia hny sedang sibuk saja. Benarkah? ak berpegang pada apa yg dikatakannya bahwa tidak ada yg salah, tapi hati kecil ku mengatakan sebaliknya. Ada sesuatu yg salah. Dan, sayangnya, aku tidak tahu dan tidak bisa menebak apapun itu.
Memang ada masalah, katanya, dia sepertinya terpengaruh oleh pacarnya dan teman pacarnya bhw aku menutup2i sesuatu. Bahwa aku bukan pecinta sesama jenis. Ku katakan mana mungkin ku pilih jalan sulit ini jika aku bukan gay... Gak tau apa dia setuju dgn perkataanku (susahnya meyakinkannya bahwa aku gay!).
Jika ku boleh beranalisa, mungkin dia tengah mencari perkara dengan ku. kurasa dia mulai ragu untuk menjalin hubungan lebih jauh dengan ku. Ku coba bolak balik lagi halaman lama ketika abangnya mengatakan dia takut ocha berubah ketika sudah bertemu dengan keluargaku, karena dia belum dewasa katanya, dia bisa terpengaruh oleh suara2 dari luar. Waktu itu, dgn naifnya kukatakan, ak yakin dia telah dewasa. Dan sekarang, baru kusadari bahwa abangnya ada benarnya juga. Ya..akhirnya bisa kutahu bahwa sesungguhnya dia belum sedewasa sebagaimana penilaianku selama ini. At least, dari cara dia membiarkan masalah berlarut2 seperti ini, tanpa memberitahuku apa.
Dalam perjalanan pulang dari pizzaria cafe, juga sudah kukatakan dengan tegas bahwa ak maunya setelah nikah kita tinggal satu rumah, walopun tanpa seks. Dia masih tetap dgn ketetapannya bahwa dia akan tinggal dgn temannya. Kubilang jelas kita memiliki tujuan yang berbeda !
Dari cara pandangnya soal itu pun, ku tahu, dia belum dewasa. Dia orang Timur, dari keluarga tradisional, dan dia sepertinya ingin membangkang, bagaimana dia bisa pny pandangan akan hidup bersama pacarnya yg dia cintai dengan sepenuh hati itu? bagiku, itu sama sekali gak masuk akal.
Bagiku itu sudah finis, hubungan yg dia tawarkan tidaklah sama dgn yg kuimpikan. Keluarga normal yg harmonis. Jadi apa selanjutnya, yg jelas, ak harus mengetahui akar permasalahannya dimana. setelah itu... mungkin berlanjut, atau berhenti sampai disini. Betapa singkatnya hubungan ini ! Sigh...
Wednesday, June 16, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment