
Aku berbaring di pantai ini. Memandang ombak berkejaran dan pecah di ujung kaki ku. Kulihat semesta laut terhampar seluas mata memandang, pada ujung nya terdapat horizon. Di sepanjang pantai ini, nyiur berjejer dan melambai-lambai tertiup angin. Pohon-pohon rindang berseling di antaranya. Semak dan rumpun liar, bergemerisik dan berbunga warna-warni.
Ku tengadah ke langit. Matahari ramah menyengat. Sekelompok burung terbang melintas tepian pantai menjerit-jerit menyambar pangan di atas laut biru.... Di manakah batas langit itu?
Nun di atas tebing, terletak lah gubuk ku. Terbuat dari kayu umumnya dan pagarnya berwarna putih lapuk terkelupas waktu. Hamparan palawija menghiasi kanan nya dan kawanan kambing merumput di kirinya. Tepat di depannya bunga melati, bugenvile, soka, kacapiring, lamtoro dan disudut ada pohon kersen dengan buahnya yang merah dan lebat...
Di teras panggungnya, seekor anjing dan beberapa kucing tengah mendengkur...
Aku tinggal sendirian di pulau ini, pulau yang entah apa namanya dan ada dimana... Sunyi tapi tak kesepian. Ketika aku senyum teman-temanku senyum untuk ku. Ketika aku menangis, teman-temanku menghiburku... Ya, nyiur itu, pohon itu, semak belukar itu, burung itu, ombak itu, gubuk itu dan segala yang menyertainya adalah teman-teman ku...
Ketika malam menjelang, aku berdiri di atas tebing. Angkasa raya bertabur milyaran bintang. Mereka melambai-lambai ke arah ku mengajak ku lebur dan terbang bersama mereka. Hujan bintang di mana-mana, sekali-kali bintang berekor jatuh di atas legamnya laut malam...
Nun di kejauhan, debur ombak bersahutan dengan jerit lolongan hewan-hewan yang entah apa, menyertai hidup ku pada malam. Ku berjalan menyusuri pantai pulau ini dengan ditemani sisiran ombak yang mengusap tapak kaki ku. Jejak-jejak di pasir itu lekas menghilang, sebagaimana aku ingin menghapus semua masa lalu ku....
Di malam-malam dengan bintang dan materi angkasa lainnya dan diantara lolongan hewan malam dan deburan ombak.... selalu aku berteriak.........................
Berteriak...
"Tuhan bawalah saya ke haribaan MU....!"
Di pulau yang sendiri ini, suaraku bergema dan memantul dari arah tebing-tebing itu....
Apakah Tuhan mendengarkan aku ?
No comments:
Post a Comment