Hidup berat sepanjang usia. Penderitaan adalah teman hidup setianya. Perjuangan hidupnya sungguh tiada terperi. Tiada ibu sekasih sayangnya. Suatu hari entah kapan, dia berjualan nasi di kios kecil di sudut jalan terik ibu kota. Kutemukan gubuk kontrakannya tertetes air hujan. Dan aku tahu dia adalah pejuang sejati ... Dia berjuang untuk hidup anak-anaknya ...
-
Pada hampir akhir hayatnya, dia masih tetap berjuang. Kali ini bejuang untuk dirinya sendiri untuk tetap hidup. Memperpanjang sisa umurnya ... mungkin demi kami-kami juga pada akhirnya. Bukankah tragedi ketika nyawa ditentukan oleh mesin-mesin itu ? Bukankah tragedi ketika akhir hidup kita ditentukan oleh keputusan kita sendiri tentang apakah akan terus menggunakan mesin-mesin itu atau TIDAK... Batas tipis antara hidup dan mati ditentukan oleh kata TIDAK.
Bukankah tragedi ketika kita telah mengetahui kapan akan mengakhiri hidup kita ?
Ah Tuhan, sampai kapan dia akan bertahan ....
-
Ibu ku. Ibu sejati. Dari segala ibu.
Dan maaf kami tidak dapat memberi apa-apa...
-
Tuhan Yang Maha Kuasa
Kuatkan ibuku. Berilah kepada Beliau jalan yg terbaik atas semua ini.
Jauhkan Beliau dari segala rasa sakit dan penderitaan yang mungkin terjadi.
Tuhan
aku sungguh memohon dan berdoa pada Mu..
-
Saturday, March 21, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment