
Syahdan di suatu ketika, ada sebuah titik kecil di sebuah ruang yang telah ada sebelumnya. Titik ini, begitu padat sehingga siap meledak. Dan pada suatu ketika yang entah kapan, titik ini meledak. Big bang !!! Materialnya cerai berai, terlempar... memenuhi ruangan yang telah ada sebelumnya. Hidrogen, nitrogen, oksigen dan semua material yang ada di dalamnya berhamburan... mengisi ruang-ruang kosong.. mengembang dan terus mengembang. Hukum-hukum alam terbentuk. Milyaran tahun, selalu demikian. Material-material ini berbaur, berkolaborasi dan..
suatu ketika ditiuplah roh kehidupan, dimulai dari air laut. Itu entah di planet mana, mungkin di bumi atau di planet antah berantah. Jadilah flora yang selalu berdiam diri. Ditiuplah roh, maka jadilah fauna, yang bisa berpindah-pindah tempat. Ditiuplah roh, maka jadilah kehendak ... bergerak dan memiliki keinginan. Itulah manusia.Material yang sama dengan debu angkasa yang ada saat ini, tapi punya kehendak sendiri.Ada milyaran manusia berebutan mencari eksistensinya di atas bumi yang tua ini. Dan aku adalah salah satu pengembara. Anonim dan akan tetap demikian karena aku memang ingin demikian.
Apa yang membedakan aku dari kamu atau milyaran orang manusia lainnya ? Mungkin karena aku sekarang sedang menulis pada blog ini, sedangkan kamu tidak. Selebihnya kita adalah sisa-sisa dari debu purba yang berhasil bertahan hidup yang sama-sama terdiri dari hidrogen, oksigen, nitrogen dan material lain yang telah ada dan membentuk alam semesta milyaran tahun sebelumnya,sama dengan bintang Vega yang jaraknya 4 juta tahun cahaya dari sini. Dan entah sampai kapan. Dan kita sama-sama pengembara di alam semesta, mengarungi milyaran kilometer memenuhi ruangan antar galaksi antar galaksi. Jika besok aku mati, maka itulah beda lama pengembaraan kita. Sedang anda meneruskan pengembaraan ini yang entah sampai kapan. Jika anda sedang tertawa dengan pacar atau keluarga yang menyayangi anda, so.. mungkin itu satu lagi yang membedakan kita.
karena di pengembaraan ini, selalu kudengar suara kesunyian dari sang pencipta yang terus menggerus daya hidupku. Sampai kapan kah aku bisa bertahan ?
No comments:
Post a Comment