Wednesday, March 05, 2008

Sorowako


Sorowako, kota yg didirikan karena kandungan nickelnya. 600 km dari Makassar atau 12 jam perjalanan darat. Kota yg bersinar di waktu malam karena pabrik nickelnya menghasilkan cahaya pijar logam bak lava, yg menerangi langit malam hutan Sorowako. Kota urban, tempat mencari hidup ribuan orang dari segenap penjuru tanah air. Pemukinan yang terdiri dari bangunan kayu atau setengah kayu bertebaran, dihuni kaum urban yang bekerja sebagai buruh Inco, mulai terlihat kumuh. Sorowako, terletak di tepi danau Matano yang luas dan airnya biru.
Melewati banyak kota, perjalanan terasa datar. Pulau ini ternyata sangat padat, pemukiman penduduk tertebar merata antara Makassar dan Sorowako, hampir tidak ada hutan dan jurang.
Rumah-rumah sepanjang jalan sebagian besar terbuat dari kayu, berbentuk panggung dan beratapkan seng. Pada musim durian ini, sepanjang jalan dari Palopo sampai Malili, berjejer penduduk menjual durian.
Palopo, sebuah kota yg indah, terletak di antara bukit dan laut Bone, dan di tengah antara Makassar dan Sorowako. Dari jalan raya, bisa kita lihat pantai Palopo yang dipenuhi nyiur-nyiur dan air laut yg biru. Di Palopo ada sebuah mesjid tua yang dijuluki Masjid Djamie, dibangun tahun 1604 M oleh Fung Man Te. Mesjid ini berdinding setebal 1 meter terbuat dari batu kapur. Masih terlihat bersih dan kuat untuk sebuah bangunan setua itu. Lantainya terbuat dari marmer putih dan ada sebuah mimbar terbuat kayu yg sama tuanya dengan bangunan mesjid.
Suatu hari di tahun 1604, sebuah masyarakat kecil yang hidup sederhana membangun sebuah monumen dengan cara gotong royong. Sebelumnya lagi, barangkali sekumpulan orang dari China dengan perahunya mendarat di sebuah teluk yang biru nan biru dan subur. Dan masyarakat kecil dan orang-orang China itu, telah menanamkan tonggak sejarahnya. Dan mereka beranak pinak menjaga keturunannya yang, barangkali, sekarang adalah masyarakat sederhana yg mendiami kota Palopo dan kota lain di Luwuk...
Ini adalah perjalan 2 hari (berangkat 2 Maret, pulang 3 Maret) mengunjungi negeri yang jauh dan tidak pernah terbayangkan akan aku singgahi sebelumnya. I wish I were one of those people whom I met on the way who lives by the jungle and raised by the simple minds.

No comments: