Sunday, June 29, 2008

The last day of our acquaintance..

Minggu, pagi. Kita sama-sama terdiam dalam perjalanan pulang mu. Tak tahu apakah kamu ingin memecahkan keterdiaman kita (itu bukan sifatmu), tapi aku tak berminat memecahkan kebekuan ini. Suara tape kubuat mengalun kencang. Tiny Dancers dari Elton John menyayat kalbu. Langkahku terseok. Dan ketika saatnya berpisah kau berucap terima kasih (apakah dia benar-benar memaknai ucapannya?), ku ucapkan beberapa kata yang mungkin akan menjadi kata terakhir kita. Sukses ya !
Dan aku pulang dengan Elton John yang semakin kencang volumenya.
Dan there was I said goodbye, by text. Hapus aku seperti aku akan menghapus kamu. Kamu tanya kenapa. Kenapa ? Karena aku maunya begitu. Then it was gone, dengan permintaan maafnya. Apakah dia benar-benar ingin tahu kenapa ? Bisa kah dia mendengar kata hatiku,"Because we have 2 different worlds, and I have been tired of it." Yang jika dijabarkan lebih jauh akan menjadi kisah klise tentang sensitifitasku yg tidak perlu dan ketidakpeduliannya.
Seperti biasa, aku merasa tidak perlu memerinci segala hal tentang mengapa ini harus dilakukan. Disamping aku merasa tak perlu, tidak ada jaminan dia akan mengerti. Mari kita membuatnya tetap menjadi misteri. Tapi, benarkah dia benar-benar tidak tahu penyebabnya ? Ini juga msiteri.
Kisah Desa Punguk Maret lalu dengan aktor yang sama akhirnya memiliki akhir cerita. Di buku-buku ditulisnya ; tamat, "the end."
Selamat jalan.

No comments: