
The victory speech has been shouted out, not by Hillary, tapi oleh Barack Hussein Obama. Perolehan Obama telah melebihi 2118 delegasi sebagaimana yang disyaratkan.
Hillary belum mau memberikan ucapan selamat dan enggan mengaku kalah. Sebaliknya, dia mengatakan akan berkonsultasi dulu dengan para petinggi Demokrat dan konstituennya sebelum melakukan hal tsb. Spekulasi mengatakan Hillary mengincar posisi Wapres, tapi belum ada isyarat dari kubu Obama tentang hal tsb.
Pidato kemenangan Obama sangat biasa saja menurut ku : "Malam ini kita menandai akhir sebuah perjalanan bersejarah dan memulai babak perjuangan lainnya. Ini adalah sebuah perjalanan yang akan membawa hari baru dan lebih baik bagi Amerika. Karena anda, malam ini saya berdiri di depan anda dan mengatakan bahwa saya akan menjadi calon Demokrat untuk presiden AS." Tak lebih hebat dari pidato heroik ala Hollywood dalam Armageddon, kan?
Apa yang dilakukan Hillary mirip yang dilakukan Mega ketika kalah dari Sby. Dia enggan mengaku kalah dengan menyebut kubunya "kekurangan suara." Apakah orang-orang yang aku kagumi melakukan hal-hal yang mirip ?
Hillary sangat beralasan jika masih enggan mengaku kalah mengingat ketatnya persaingan dengan Obama. Bahkan dari segi jumlah suara pemilih, Hillary memperoleh lebih banyak suara (voters) ketimbang rivalnya. Juga, polling menunjukkan jika Hillary bertarung dengan McCain dia akan menang, sebaliknya jika Obama yg bertarung McCain yang akan menang.
Adakah yang salah dengan kampanye Hillary ? Ataukah rakyat Amerika yang salah ? Hillary memulai kampanye dengan skor 1-0 melawan Obama tapi dalam perjalanannya popularitas nya terus menurun dibanding Obama.
Dalam hal ini barangkali rakyat Amerika sama bodohnya dengan rakyat Indonesia tahun 2004 yang memilih pribadi yang pintar berpidato dan berwacana ketimbang seseorang yang telah terbukti mampu membereskan keadaan.
Di sisi lain, mungkin apa yang dilakukan rakyat AS dan Indonesia sudah benar, dan aku sendiri lah yang salah. Jangan lah persepsi mu dijadikan standar untuk menilai orang lain. Lagipula, tahu apa aku tentang Amerika !
Tapi, tidak bodohkah rakyat Indonesia yang mendukung Obama ketimbang Hillary (hasil "primary" di Indonesia), karena faktanya Obama pernah mengatakan bahwa Indonesia bukanlah negeri impiannya dan, terakhir, dia mengatakan mendukung Israel dan Yerusalem akan tetap menjadi ibukota Israel dan tidak akan dibagi-bagi. Sebuah pernyataan yang tentu berkebalikan dengan sikap sebagian besar masyarakat Indonesia yang mendukung Palestina.
Untuk mengatakan bahwa rakyat Indonesia memang bodoh bukan hal sulit, terutama ketika terdapat bukti bahwa apa yang menjadi pilihan mereka seringkali tidak mewakili kepentingan diri mereka sendiri. Tak mengherankan, betapapun buruknya kinerja Pemerintahan Sby, dia tetap dianggap paling unggul. Betapa bodohnya !
Kembali ke pemilu AS, bagaimanapun rakyat AS telah menentukan sejarahnya dengan menempatkan kulit hitam pertama sebagai capres!
Harus kah mengucapkan selamat ? Aku ikut Madam Hillary saja.
No comments:
Post a Comment