Maukah kamu pergi ke Kendari jika aku deskripsikan kota Kendari sebagai berikut ?
Kota Kendari adalah kota kecil di tepi pantai. Kota ini sepertinya selalu mendung, paling tidak selama 3 hari aku disana cuacanya tidak ramah ; jika tidak hujan ya mendung. So, kesan pertamaku tentang kota ini adalah : mendung dan suram. Karena itu kota ini tidak sepanas Makassar.
Untuk mencapai pusat kota dari Bandara Wolter Monginsidi sekitar 30 menit dengan jalan yang lumayan mulus.
Kota ini terletak di kaki bukit dan pantai. Jadi pantainya tidak landai. Bahkan jalan bypass yang menghubungkan Kota Lama dan Kota Baru, dugaanku, merupakan hasil reklamasi. Batu beton memisahkan jalan raya nya dan laut. Di pantai ini bersandaran perahu-perahu nelayan kecil pencari ikan, yang akan merapat di pelabuhan pelelangan ikan yang juga terletak di sepanjang jalan bypass.
Pada malam hari, katanya, sepanjang jalan ini akan dipenuhi tenda-tenda penjual ikan bakar plus hiburan malam nya yg mesum. Di atas bukit, bertebaran perkampungan penduduk dan beberapa hotel kelas menengah bawah.
Sisi positif mengenai Kendari adalah, di daerah Kota Baru (sepertinya bagian kota yang baru dikembangkan), jalan-jalannya yang dibuat lebar dan bangunan dibuat berjarak dari jalan raya. Tampaknya sudah ada konsep tata kota yg lumayan baik di kota ini.
Itulah sekelumit yang aku ingat tentang Kota Kendari. Ngak banyak, karena memang tidak banyak yang bisa diingat tentang kota ini.
Berikut ini foto Kota Kendari dari sudut Bandara pada tanggal 28 Mei jam 5.45 pagi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment